<3 apa masih ada harapan ?--
jessica termenung membaca sms dari sam kekasihnya, ia masih merasa kalau sam terlalu sibuk walau hanya untuk sekedar berbicara padanya, setiap kali sam mengirimkan sms jessica langsung menelfonnya dan selalu saja hp sam sibuk. sam selalu bilang kalau yang ia lakukan di tempat kerja itu untuk mereka berdua tapi tetap saja jessica merasa kalau ia tak pernah diperhatikan.
jessica pergi ke restoran ditempat ia bekerja sebagai manager, ia masih kepikiran dengan kelakuan sam akhir-akhir ini, ia masih bisa mengingat saat SMA Sam berlari hujan-hujanan hanya untuk menembak jessica, apakah hanya sampai disitu keromantisan yang ia miliki ? jessica tak pernah menaruh curiga pada sam tapi yang jelas sam telah berubah.
jessica terus mencoba menghubungi sam di sela-sela kesibukannya hanya untuk mengetahui apakah kekasihnya itu mau untuk berbicara hanya beberapa menit saja namun yang terdengar hanya kotak pesan sam.
"hai aku sedang keluar,,, jika ada yang ingin dibicarakan tunggu sampai bunyi biiiiip" jessica hanya menarik nafas panjang,,
"sam aku ingin bertemu,,, bisakah ? jika tidak bisa , tidak apa-apa, lagipun ini tidak terlalu penting di tempat biasa jam 7 malam, aku tunggu kabar darimu." jessica langsung mentup hpnya dan memasukkannya ke dalam tasnya.
sam masih belum membalas pesan jessica dan dipikirannya sudah ada setan yang berbisik, apakah dia selingkuh.? apakah dia sudah tidak ingin bersamaku lagi?. tak lama handphonenya berbunyi tertera nama sam yang memanggilnya, jessica langsung mengangkat telepon sam dengan semangatnya.
"hallo hmmm jess.. gimana kalau besok aja soalnya aku lagi sibuk banget nanti juga ada meeting gimana ? gak papa kan ?" terdengar suara sam yang cepat seperti kereta api.
jessica kecewa dengan sikap sam ia langsung menutup telepon dan otomatis pembicaraan mereka terputus jessica hanya bisa mengerutkan dahinya dan cemberut duduk di sudut ruangan kantornya, tiba-tiba saja seorang pelayan menggubrak pintu kantor jessica sambil menangis.
"ada apa blaire , kenapa kau menangis ?" pelayan tampak sangat berantakan rambutnya acak-acakan seperti telah diterkam harimau ganas, ia langsung bersembunyi di bawah meja jessica sambil memeluk kedua lututnya.
"DIMANA WANITA JALANG ITU," terdengar suara wanita yang memasuki ruangan jessica tak lama setelah pelayan itu.
"tenanglah nyonya, ada yang bisa saya bantu." wanita itu langsung mengarahkan matanya ke arah jessica.
"di mana wanita jalang yang kau sembunyikan itu." ia melihat ke seluruh ruangan tapi tak melihat pelayan tadi.
"ada apa sebenarnya nyonya." jessica langsung mengajak wanita itu keluar tapi ia tidak mau ia malah memutari meja kerja jessica dan menemukan blaire yang tengah meringkuk ketakutan disana.
"disini kau rupanya." dia pun menarik kerah baju blaire dan ingin menamparnya.
tapi jessica dengan sigap menangkap tangan wanita itu dan menahan kedua tangannya,
"apa yang akan kau lakukan padanya? " jessica menyuruh pelayan itu keluar dari kantornya.
"wanita itu telah menggoda suamiku. pantas saja suamiku suka bertahan disini, karena ia menemukan wanita gila itu." wanita itu bersikeras ingin melepaskan tangannya.
"yang seharusnya disebut gila itu adalah anda,, anda tiba-tiba datang dan ingin membunuh salah satu pelayanku. bukankah hal yang seharusnya anda lakukan adalah berdandan lebih sexy daripada pelayan disini.agar suami anda betah dirumah, lagipula suami anda yang kegenitan, lebih baik anda jaga suami dan kelakuan anda , dan tolong keluar dari restaurant ini, atau saya panggil polisi." jessica masih menggenggam kedua tangan wanita paruh baya itu dengan sangat kencang.
"baiklah -baiklah tapi lepaskan aku. " mendengar hal ini jessica pun melepaskan kedua tangan wanita itu . tapi wanita itu mengambil botol kaca dan bermaksud memukul kepala jessika yang tengah membelakanginya.
"dasar kau !!!!!!!" jessica membalikkan badannya dan melihat tangan wanita itu di pegang oleh seseorang dari belakang dan mengambil tangan yang lainnya dan ia pun menjatuhkan botol kaca itu.
"SAM !" jessica melihat sam yang tengah bersikeras menahan kedua tangan wanita itu dan ada dua orang polisi yang datang dan langsung memborgolnya.
sam langsung memeluk jessica dengan erat, jessica juga tidak percaya kalau yang selama ini sam begitu sibuk, tiba-tiba ada di depannya dan memeluknya dengan erat.
"syukurlah kau tidak apa-apa.. " san terus memeluk jessica,
"aku ketakutan sam." jessica terus memeluk sam dan tiba-tiba tubuhnya bergetar, keringat mengucur deras, dan jessica tak bisa membendungnya lagi ia pingsan tepat di pelukan sam.
jessica mencoba membuka matanya yang berat itu ia melihat sam tengah memegang tangan kanannya dan ia tengah ada di sofa panjang di kantornya.
"sam ?" sam langsung mencium kening jessica.
jessicapun melihat sekelilingnya dan melihat banyak pelayannya menungguinya.
"kenapa kalian ..... tidak bekerja ?" jessica melihat mereka semua dengan mata yang masih sayu.
"anda adalah atasan yang baik . kami ingin terus bersama anda. kami sangat khawatir sampai-sampai kami menutup restoran." kata seorang chef berbadan agak gemuk.
"maafkan saya, saya sudah menyuruh pria itu pulang tapi dia tidak mau ia selalu ingin saya yang melayani setiap ia makan disini. jika saya tidak melayaninya, ketika pulang ia akan menemui saya dan mengancam, saya sangat ketakutan." blaire pun menangis dan tertunduk di depan jessica.
"tapi tenang saja kau sudah aman dia sudah ditangkap kan ?" jessica mencoba menghibur blaire. dan itu berhasil blaire pun tersenyum tapi masih terduduk diam.
"kau sam ? bukannya kau ada meeting." jessica mencoba bangun dan dibantu oleh sam.
"sebenarnya meeting itu sudah ku cancel , kau tau kenapa aku selalu sibuk ? aku menabung untuk membeli ini." sam pun mengeluarkan kotak dari sakunya.
"jessica ,,,, aku merasa bersalah setiap kali kau telfon pasti aku sibuk, aku merasa bersalah karena aku tidak ada untukmu tapi aku sangat mencintaimu dan saat kau menutup telepon secara tiba-tiba aku langsung kemari. dan aku ingin kau bersamaku selamanya jessica, maukah kau menikah denganku, aku tau mungkin kau membenciku tapi ....." jessica pun mengarahkan telunjuknya ke mulut sam.
"tidak sam,,,, aku tidak membencimu,,, memang kadang-kadang, tapi .... perasaanku sama denganmu. aku juga sangat mencintaimu sam. dan aku bersedia menjadi pengantinmu" jessica langsung memeluk sam. ia tak menyangka hal ini akan terjadi padanya.
sam benar kesibukan yang selama ini dijalaninya hanya untuk jessica. jessica tak bisa menahan senyumnya yang merekah. bahkan matanya yang sayu kini berubah sangat cerah.
jessica tak menyangka sam membelikannya cincin yang langsung disematkan ke jari manisnya.
"kau suka...?" sam hanya tersenyum kepada jessica.
"kau gila ? aku sangat menyukainya." jessica langsung mencium sam didepan semua orang bahkan ada yang menutup matanya.
-the end-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar