Senin, 05 Oktober 2015

sakuranya sudah layu.


tidak terasa ami berada di korea sudah 3 hari ia juga tidak bertemu eiji .setiap eiji menelfon ami, ami selalu menolaknya. ia pun mulai dengan cerpennya yang baru, ia ingin melupakan apa yang terjadi. ami selalu bersama mizuki dan ryou . walaupun ryou adalah kakak panitia tapi dia selalu menjaga mizuki dan ami walaupun terkadang lebih dekat dengan mizuki.

"ami chan jangan sampai ada yang tertinggal." mizuki datang dan memasukkan botol-botol.
"ini botol apa mizuki chan ?" mizuki chan langsung membekap mulut ami.
"ini shamppo gratis hihihihi.?" ami langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.
"tidak ada kabar dari eiji - sama" ami langsung terdiam dan tiak menjawab pertanyaan mizuki.
"oh .... aku  mengerti." tiba-tiba terdengar ketukan pintu.
"ryou kun ada apa? " mizuki tanpak berbicara pada ryou dan sesekali melihat ami.
"ami aku dan ryou-kun pergi untuk mencari oleh-oleh ya......." ami hanya mengangguk dan memulai mengepack barangnya.
tidak beberapa lama ami terus mengepack barangnya.
"kau akan pulang ?" ami langsung berdiri tanpa memalingkan badannya ia merasa tidak asing dengan suara itu.
"ayolah...lihat aku.. mungkin inilah terakhir kalinya kau melihatku" suara itu semakin mendekat dan tangan yang ami tidak ingin lihat sudah melingkar di badannya.
"lepaskan eiji-kun." ami bahkan tidak melihat wajahnya.
"aku sudah minta maaf kan ? apa kau tidak mencintaiku lagi ?" ami pun berbalik badan.
"kau sudah bersama eunjo lalu apa pentingnya aku bagimu." ami pun mulai menangis dan eiji tak tau apa yang ami bicarakan.
"apa maksudmu dia hanya sahabatku ." ami pun menampar eiji dengan sangat keras.
"di depanku kau bilang dia sahabatmu tapi di belakangku kau begitu mesra dan menganggap dia kekasihmu, apa yang kau coba lakukan eiji.... biarkan aku sendiri."
eiji tampak bingung dengan apa yang terjadi  bahkan ia hanya diam dan mengelus pipinya yang sakit . ami tidak pernah marah seperti ini.
"kau seperti maruko chan ami" eiji tersenyum dan melupakan rasa sakit yang ada di pipinya.
"eunjo itu adalah sahabatku kau mungkin salah paham saat dia bilang boyfriend kan ?" eiji pun mulai cerita semuanya.


*bersambung*

Minggu, 04 Oktober 2015

sakuranya sudah layu
-isi boxnya ?-

"waaaahhh. ini..... aku tidak tau ini apa,,,, kau tau ini apa ami chan.?" mizuki melihat dengan seksama isi kotak itu, tapi sikap nya berbeda dengan ami dia mengambil isinya dan membuangnya ke lantai.
"itu sakura yang sudah layu........dasar pria itu menyebalkan setidaknya jika ingin mengirim sesuatu kirimlah yang segar ehh malah layu. aku akan mengejarnya." ryou pun dengan semangat langsung membalikkan badannya tapi ami menghentikannya.
"kenapa ami, biarkan saja ryou-kun mengejarnya dia itu orang gila."
"lihatlah ini," ami pun mengambil kotak panjang dan memperlihatkan nya,
"waahhh ini juga sakura yang sudah layu." mizuki tercengang dengan apa yang dilihatnya.
"jadi apa maksud dari semua ini? " ryou pun menggaruk-garuk kepalanya karena tak mengerti.
"hei hei.... ada suratnya...." mizuki memberi kertas itu.

dear ami chan.

hai ami,,,...! 
mungkin agak sedikit aneh aku kirim ini, itu karena aku terlalu takut mendengar suaramu jika kau marah. aku tau aku seharusnya tidak melakukan yang tadi, tapi kumohon maafkan aku. aku tidak bermaksud untuk menyakitimu, kau ingat saat kita piknik , aku memberimu bunga sakura kan ? apa kau masih menyimpannya ? kurasa kau sudah mencabik-cabiknya sekarang ya......

aku tau kau masih marah, ataupun sedih, tapi... jujur aku tidak bermaksud untuk begitu....
kau memaafkan aku kan ? kau  masih ingat saat aku memanggilmu crybaby saat aku  memasukkan serangga ke dalam bantalmu.? kau berteriak histeris dan memelukku dan pada saat kau tau akulah yang memasukkannya kau menamparku dan seperti itu sakit yang kurasakan saat kau menangis, aku sangat sedih aku masih ingat wajahmu  memerah....

ami...... aku tidak membencimu,, hanya saja,,, aku sangat mencintaimu.. setiap hari aku tersiksa tidak bertemu denganmu.... 
aku..... mencintaimu ami,,,
kaulah kekasihku,,,,
saat kau bertanya tadi... aku sudah feeling kau merasa sakit saat aku bilang aku sudah punya kekasih.
tapi maksudku adalah kau....
hanya kau kekasihku,, hanya kau yang akan kunikahi ami bukan yang lain.

                                                                                                                              takahashi eiji.

"AKU TIDAK MENGERTI !!!!!" ami pun merobek-robek kertas itu dan melemparkannya ke lantai 
"dasar lelaki.... pasti dia ingin menduakan mu lagi." mizuki pun melihat ryou.
"hei !! aku bukan lelaki seperti itu...." ryou pun berkacak pinggang di depan mizuki.
"semua lelaki sama saja." mizuki pun mencemberutkan bibirnya.
"hei memangnya wanita tidak begitu." mereka saling balas argumen.
"tentu saja tidak" mizuki semakin memonyongkan bibirnya.
"huh ! dasar wanita sukanya berargumen." mizuki melirik panas ryou.
"dasar kau yang pertama memulainya." melihat pertengkaran mereka seperti kucing dan anjing dan ami hanya menyunggingkan senyum kecil.
"sudah-sudah ! aku tidak jadi menangis gara-gara kalian" mizuki dan ryou mendadak berhenti melihat ami tertawa. mereka pun jadi salah tingkah dan memalingkan wajah satu sama lain.


-bersambung-

Sabtu, 03 Oktober 2015

-sakuranya sudah layu-
*benci*

ami menangis di sepanjang jalan menuju hotel dia merasa sedih tak terkendali. dia pun mengambil ponselnya dan menelpon mizuki agar menyuruh panitia menjemputnya mendengar suara ami yang tersedu-sedu akhirnya mizuki mengajak salah satu panitia terpercaya yang tidak akan memberitahukan siapa-siapa kalau ami pergi bersama dengan orang lain.
ami terduduk di depan toko bunga, sambil menghapus air matanya, tidak berapa lama ada taksi yang berhenti di depannya dan keluarlah mizuki dan ryou kakak panitianya, ami pun berlari ke arah mereka sambil menangis dan memeluk mizuki.
"mizuki chan.....hiks.... mizuki chan..." mizuki hanya bisa mengelus-elus pundak ami dan memandang aneh ke arah ryou
di dalam taxi pun ami masih melamun ke arah jendela taxi, dan sesekali menghembuskan nafasnya seperti orang yang tengah sesak nafas.
mereka pun sampai di hotel. ami langsung masuk ke dalam hotel tanpa mengucapkan sepatahkata pun pada mizuki dan ryou.
"mizuki chan.... ami chan pergi dengan siapa?" ryou langsung berkacak pinggang melihat sikap aneh ami.
"entahlah senpai tapi yang jelas dia seorang lelaki apa jangan-jangan...." mereka dua langsung beradu pandang. memikirkan hal hal aneh di kepala masing-masing.


"eunjo-si bisa datang sebentar..... " eiji menelfon eunjo sambil memegang kepalanya yang sangat sakit.
"ada apa eiji... ada yang salah ?" eunjo tampak terkejut dengan perubahan suara aneh eiji saat ini.
"baiklah aku akan kesana.!" eunjo langsung menuju tempat yang dikatakan oleh eiji.
eiji pun merasa sangat bersalah kepada ami, kalau saja ia tidak mabuk.,,, kalau saja ia tidak mengigau yang aneh-aneh.
"sialan kau eiji,,,, kau seharusnya dengarkan ami..." eiji hanya bisa mengutuk dirinya sendiri.

tidak berapa lama eunjo sudah datang dan langsung duduk di samping eiji.
"kau minum ya ?" eunjo langsung bisa mencium aroma soju di tubuh eiji.
"dan itu adalah kesalahan" eiji langsung mengacak-acak rambutnya.
"maksudmu apa ?" aiji langsung menarik nafas panjang. dan hampir saja menangis dan ia pun menahan airmatanya.
"aku.. mengatakan hal aneh dan ami membenciku sekarang" eunjo hanya berdecak dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"padahal sudah begitu dekat.... aku sudah bisa mencium aroma parfum yang biasa dipakainya. tapi .. AKHHHHHH seharusnya aku mendengarkannya untuk tidak minum ,,," eunjo hanya tersenyum.
"mari ku antar kau pulang kepalamu pasti sakit" eiji hanya mengangguk dan mengikuti eunjo.

"ami chan.....?" mizuki menghampiri ami yang tengah berbaring berselimut di seluruh tubuhnya.
"ami chan ?.... jika ada masalah bercerita lah..... aku kan temanmu." mizuki pun membuka sedikit selimut di kepala ami.
"dia berubah mizuki chan..." perlahan tapi pasti air mata ami mengucur. dan suaranya semakin berat.
"dia.....dia..... membenciku mizuki.....dia minum....dia berubah....." suara ami semakin serak dan matanya semakin merah.
"sudahlah... ayo kita makan malam dulu....." ami pun bangkit dan mengusap air matanya tiba-tiba ryou datang membawa sebuah kotak.
"ami chan ?" ami pun berbalik dan melihat ryou mendekat dan menyodorkan kotak itu.
"ada seorang pria dan wanita memberikan ini , " ami pun menaikkan sebelah alisnya dan melihat mizuki.
"sudah .... ambil saja...." mizuki pun mengambil kotak itu dan memberikannya pada ami.

-bersambung-
sakuranya sudah layu.
-perubahan drastis.-

*bicara bahasa inggris*
"maaf ya .... kau sudah lama menunggu ya......" eiji menggaruk-garuk kepalanya sendiri.
"eh ami .... kalian saling kenal kenapa tadi kau tidak lihat ami eiji ,, dan kau ami aku bahkan ingin mengenalkanmu pada eiji kau malah pergi"  eunjo semakin mengeratkan tangannya di tangan eiji.
aangan mereka.
ami terus-terusan  melihat tangan eunjo dan eiji. seakan mengerti eiji salah tingkah dan melepaskan kedua tangannya dan eunjo.
"baiklah eiji aku pergi dulu ya aku masih ada urusan. sampai nanti ami-si" ami hanya tersenyum dan melambaikan tangannya.
*bicara bahasa jepang*
"baiklah aku akan ajak kau jalan-jalan. disini banyak masakan yang enak loo. mau coba?" eiji pun menatap wajah ami yang hanya berkerut saja.
"naze desuka (ada apa?)" eiji melihat wajah ami.
"nani mo (tidak ada apa-apa)" ami sedikit tersenyum, untuk menutupi kekesalannya.

mereka pun tiba di restoran belut bakar, mereka pun duduk disana ami sudah malas bicara dan eiji hanya tersenyum melihat ami.
*bahasa jepang*
"kenapa ami ? aku tau kau sedang kesal, katakan saja ?" eiji pun memonyongkan mulutnya.
"apa kau punya kekasih" eiji pun menaikkan sebelah alisnya
"tentu saja !" eiji pun melihat ami yang sudah cemberut sedari tadi.
"wahhh makanan kita sudah datang tolong sojunya dua botol" eiji pun menaikkan dua jarinya.
"kau sudah ahli berbahasa korea." ami pun memakan belutnya dengan chopstick 
"pertama kali datang ke sini masih tidak bisa , tapi ada yang mengajarkanku." eiji pun tersenyum.
"eunjo ?,,,,," eiji hanya menganggung sambil tersenyum tipis.
"aku bertemu dia di bandara, dia orangnya sangat periang, bahkan kami baru kenal dia sudah mengajakku jalan-jalan.oh iya selamat ya ! kamu memenangkan lomba itu." eiji pun mengambil sesuatu dari tasnya.
"ini hadiah karena kau telah menang memang tak seberapa tapi.... buka sajalah." ami pun membuka kotak kecil yang diberikan eiji gelang yang memiliki banyak ornamen ada bunga sakura ada kue manju sepatu roda. dan botol minuman dan belut.
"lihat bunga sakura ini.... kita berpiknik dibawahnya. kalau sepatu roda... kau yang mengajariku kan ?ang  kue manju yang kau buat juga enak. saat olahraga lari kau tak pernah lepas dari air mineral. dan sekarang kita makan belut. kau suka ?" eiji menjelaskan cerita ornamen itu.
" ini pasti mahal.... lagipun mana ada yang bertepatan seperti itu" ami pun mengusap gelang itu.
"aku dan eunjo yang memesannya. memang agak mahal. tapi untukmu apa yang tidak." eiji pun meminum soju dan ami langsung menarik gelasnya dari tangan eiji.
"kau tidak boleh minum, sejak kapan kau minum ?" eiji mengambil kembali gelas yang ditangan ami.
"tenang saja aku tidak akan mabuk..." ami terus-terusan melihat eiji minum tanpa bisa melarangnya lagi.
entah berapa gelas yang diminum eiji tiba-tiba saja eiji terdiam, dai tidak cerewet lagi seperti yang tadi.
"eiji..... ayo kita pulang saja...." ami mengguncangkan badan eiji.
"eiji jangan bercanda kau tidak mabuk kan ?  aku tidak bisa mengangkatmu." ami terus mengguncangkan tubuh eiji.
tiba-tiba saja eiji tertawa keras dan memegang kedua pipi ami.
"kau tidak tau kan.... aku sangat senang hari ini..........." pipi ami mendadak memerah.
"kau tidak tau aku sangat merindukanmu... aku merindukan saat kau tertawa. membuat lelucon.........tapi, kenapa kau jarang menghubungiku tatap muka." eiji terlihat sangat mabuk.
"kau bicara apa eiji. aku selalu......" perkataan ami terpotong saat jari telunjuk eiji menutup mulutnya.
"shhhhhh shhhh, aku dulu yang bicara." ini bukan eiji,,,, dia benar-benar mabuk.
"aku membencimu karena kau jarang menghubungiku. dan aku tau KAU ADA DISANA SAAT AKU BERMAIN TENNIS aku ada disana ami...... tapi kau pergi.... AKU MEMBENCIMU."  mata eiji terlihat sayu.
"kau bukan eiji...." ami pun mendorong eiji dan kepala eiji terbentur ke dinding.
"AUUUUCHHH"  eiji melihat ami yang sudah menangis.
"ami......." eiji mencoba menggenggam tangan ami.
"tidak eiji.... kau sudah berubah..... kau sangat membenciku." ami pun mundur dan mengambil tasnya.
"tunggu AMI... TUNGGU !" Ami sudah pergi. melewati pintu ruangan mereka. dan hanya tinggal eiji.

*bersambung*













Kamis, 01 Oktober 2015

sakuranya sudah layu.
*aku sudah menyerah*
         kini ami merasa sangat tak enak, ia meninggalkan eunjo tanpa mengobrol lebih lama. tapi melihat wajah eiji juga ami tidak bisa. apapun yang dilakukannya selalu serba salah, dia terus menerus memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. ia terus berjalan dia area kampus itu bersama salah satu teman segroup nya.
"sekolah ini indah sekali benarkan ami ?" gadis itu berbalik melihat ami yang masih berjalan sambil melamun tiba-tiba gadis itu berhenti dan membiarkan ami berjalan sendiri kedepan, tanpa menghiraukan gadis itu ami terus berjalan.
         tiba-tiba ami melihat ke kanan dan ke kiri ternyata temannya sudha tidak ada.
"ami !!" gadis itu berteriak dan ami berbalik dan tersenyum
"kenapa berhenti mizuki ?" ami pun menghampiri mizuku yang melipat kedua tangannya
" kau melamun lagi ?" mizuki menaikkan sebelah alisnya dan manatap aneh pada ami.
"tidak hanya saja....tidak ada" ami pun menarik tangan mizuki.
"Mari lanjutkan!" mereka pun mengarungi lorong demi lorong kampus

         mereka sampai di taman kampus banyak mahasiswa korea yang sedang asyik berbincang entah apa yang mereka bincangkan. ada yang berkelompok dan sendirian. ami dan mizuki terus berjalan. wajah orang jepang tentu saja berbeda dengan korea jadi terkadang mereka menjadi bahan pembicaraan.
         mereka pun duduk di rumput hijau di dekat pohon besar mereka. pun berbincang, bahkan sesekali tertawa.
"kau sudah dapat bahan mu...?'" mizuki pun mengeluarkan botol air dari tasnya.
"hmmm......sepertinya sudah..." ami pun menerima air yang diberikan mizuki
"cepat sekali aku saja belum...." ami pun mendengar ponselnya berdering dan melihat nama yang memanggilnya itu adalah eiji.
"moshi-moshi ?(hallo)" ami menarik nafasnya panjang.
"hei kudengar ada tur di kampusku, apa kau ikut ? oh iya kau menang kan. pasti kau ikut." eiji tampak tidak sabar menunggu jawaban ami.
"ti....tidak... maksudku iya... tapi..." belum selesai ami bicara
"bagus,,, aku akan temui kau di gerbang sekolah ini jam 4 nanti bisa kan ?"
"akan kuusahakan tapi tak janji." ami kembali menarik nafasnya panjang.
"kau kenapa ami,, kau tidak merindukan ku ?"
"tentu saja, tapi aku terlalu sibuk eiji-kun " ami pun menitikkan air matanya.
"baik datang atau tidak akan kutunggu."
            ami pun menutup ponselnya dan mengusap air matanya.
"kenapa sedih?" mizuki pun memberikan sapu tangannya.
"itulah aku takutkan mizuki-chan. aku terlalu takut untuk bertemu" ami pun mengusap lagi air matanya.
"katakan saja yang sejujurnya padanya agar masalahnya selesai. " ami pun tersenyum dan mulai menceritakan kejadian yang dialaminya.
"wow kau harus menemuinya ami" mizuki pun melihat jamnya.
"hei sudah jam 03.50 ayo cepat kita akan bertemu di hotel akan kujelaskan pada panitianya mereka pasti akan mengerti" mizuki pun melambaikan tangannya dan pergi menuju kelompoknya.
       ami pun menunggu eiji di gerbang dijamnya menunjuk sudha pukul 4 ami terus menunggu dan menunggu bahkan sudah lewat 40 menit.
"ya tuhan sudah hampir satu jam dia belum datang." ami pun terus berjalan ke sana-kemari.

"AMI !!! maaf ya aku terlambat"
ami tersenyum ia melihat tangan eiji ada yang menggenggam dia melihat tangan siapa itu dan tangan itu adalah milik eunjo teman koreanya sendiri.
ami perlahan menghapus senyumannya dan merasa kalau ini sudah berakhir dan ia menyerah sudah ,,,, inilah finalnya.

-bersambung-