Sabtu, 03 Oktober 2015

-sakuranya sudah layu-
*benci*

ami menangis di sepanjang jalan menuju hotel dia merasa sedih tak terkendali. dia pun mengambil ponselnya dan menelpon mizuki agar menyuruh panitia menjemputnya mendengar suara ami yang tersedu-sedu akhirnya mizuki mengajak salah satu panitia terpercaya yang tidak akan memberitahukan siapa-siapa kalau ami pergi bersama dengan orang lain.
ami terduduk di depan toko bunga, sambil menghapus air matanya, tidak berapa lama ada taksi yang berhenti di depannya dan keluarlah mizuki dan ryou kakak panitianya, ami pun berlari ke arah mereka sambil menangis dan memeluk mizuki.
"mizuki chan.....hiks.... mizuki chan..." mizuki hanya bisa mengelus-elus pundak ami dan memandang aneh ke arah ryou
di dalam taxi pun ami masih melamun ke arah jendela taxi, dan sesekali menghembuskan nafasnya seperti orang yang tengah sesak nafas.
mereka pun sampai di hotel. ami langsung masuk ke dalam hotel tanpa mengucapkan sepatahkata pun pada mizuki dan ryou.
"mizuki chan.... ami chan pergi dengan siapa?" ryou langsung berkacak pinggang melihat sikap aneh ami.
"entahlah senpai tapi yang jelas dia seorang lelaki apa jangan-jangan...." mereka dua langsung beradu pandang. memikirkan hal hal aneh di kepala masing-masing.


"eunjo-si bisa datang sebentar..... " eiji menelfon eunjo sambil memegang kepalanya yang sangat sakit.
"ada apa eiji... ada yang salah ?" eunjo tampak terkejut dengan perubahan suara aneh eiji saat ini.
"baiklah aku akan kesana.!" eunjo langsung menuju tempat yang dikatakan oleh eiji.
eiji pun merasa sangat bersalah kepada ami, kalau saja ia tidak mabuk.,,, kalau saja ia tidak mengigau yang aneh-aneh.
"sialan kau eiji,,,, kau seharusnya dengarkan ami..." eiji hanya bisa mengutuk dirinya sendiri.

tidak berapa lama eunjo sudah datang dan langsung duduk di samping eiji.
"kau minum ya ?" eunjo langsung bisa mencium aroma soju di tubuh eiji.
"dan itu adalah kesalahan" eiji langsung mengacak-acak rambutnya.
"maksudmu apa ?" aiji langsung menarik nafas panjang. dan hampir saja menangis dan ia pun menahan airmatanya.
"aku.. mengatakan hal aneh dan ami membenciku sekarang" eunjo hanya berdecak dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"padahal sudah begitu dekat.... aku sudah bisa mencium aroma parfum yang biasa dipakainya. tapi .. AKHHHHHH seharusnya aku mendengarkannya untuk tidak minum ,,," eunjo hanya tersenyum.
"mari ku antar kau pulang kepalamu pasti sakit" eiji hanya mengangguk dan mengikuti eunjo.

"ami chan.....?" mizuki menghampiri ami yang tengah berbaring berselimut di seluruh tubuhnya.
"ami chan ?.... jika ada masalah bercerita lah..... aku kan temanmu." mizuki pun membuka sedikit selimut di kepala ami.
"dia berubah mizuki chan..." perlahan tapi pasti air mata ami mengucur. dan suaranya semakin berat.
"dia.....dia..... membenciku mizuki.....dia minum....dia berubah....." suara ami semakin serak dan matanya semakin merah.
"sudahlah... ayo kita makan malam dulu....." ami pun bangkit dan mengusap air matanya tiba-tiba ryou datang membawa sebuah kotak.
"ami chan ?" ami pun berbalik dan melihat ryou mendekat dan menyodorkan kotak itu.
"ada seorang pria dan wanita memberikan ini , " ami pun menaikkan sebelah alisnya dan melihat mizuki.
"sudah .... ambil saja...." mizuki pun mengambil kotak itu dan memberikannya pada ami.

-bersambung-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar