sakuranya sudah layu.
*aku sudah menyerah*
kini ami merasa sangat tak enak, ia meninggalkan eunjo tanpa mengobrol lebih lama. tapi melihat wajah eiji juga ami tidak bisa. apapun yang dilakukannya selalu serba salah, dia terus menerus memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. ia terus berjalan dia area kampus itu bersama salah satu teman segroup nya.
"sekolah ini indah sekali benarkan ami ?" gadis itu berbalik melihat ami yang masih berjalan sambil melamun tiba-tiba gadis itu berhenti dan membiarkan ami berjalan sendiri kedepan, tanpa menghiraukan gadis itu ami terus berjalan.
tiba-tiba ami melihat ke kanan dan ke kiri ternyata temannya sudha tidak ada.
"ami !!" gadis itu berteriak dan ami berbalik dan tersenyum
"kenapa berhenti mizuki ?" ami pun menghampiri mizuku yang melipat kedua tangannya
" kau melamun lagi ?" mizuki menaikkan sebelah alisnya dan manatap aneh pada ami.
"tidak hanya saja....tidak ada" ami pun menarik tangan mizuki.
"Mari lanjutkan!" mereka pun mengarungi lorong demi lorong kampus
mereka sampai di taman kampus banyak mahasiswa korea yang sedang asyik berbincang entah apa yang mereka bincangkan. ada yang berkelompok dan sendirian. ami dan mizuki terus berjalan. wajah orang jepang tentu saja berbeda dengan korea jadi terkadang mereka menjadi bahan pembicaraan.
mereka pun duduk di rumput hijau di dekat pohon besar mereka. pun berbincang, bahkan sesekali tertawa.
"kau sudah dapat bahan mu...?'" mizuki pun mengeluarkan botol air dari tasnya.
"hmmm......sepertinya sudah..." ami pun menerima air yang diberikan mizuki
"cepat sekali aku saja belum...." ami pun mendengar ponselnya berdering dan melihat nama yang memanggilnya itu adalah eiji.
"moshi-moshi ?(hallo)" ami menarik nafasnya panjang.
"hei kudengar ada tur di kampusku, apa kau ikut ? oh iya kau menang kan. pasti kau ikut." eiji tampak tidak sabar menunggu jawaban ami.
"ti....tidak... maksudku iya... tapi..." belum selesai ami bicara
"bagus,,, aku akan temui kau di gerbang sekolah ini jam 4 nanti bisa kan ?"
"akan kuusahakan tapi tak janji." ami kembali menarik nafasnya panjang.
"kau kenapa ami,, kau tidak merindukan ku ?"
"tentu saja, tapi aku terlalu sibuk eiji-kun " ami pun menitikkan air matanya.
"baik datang atau tidak akan kutunggu."
ami pun menutup ponselnya dan mengusap air matanya.
"kenapa sedih?" mizuki pun memberikan sapu tangannya.
"itulah aku takutkan mizuki-chan. aku terlalu takut untuk bertemu" ami pun mengusap lagi air matanya.
"katakan saja yang sejujurnya padanya agar masalahnya selesai. " ami pun tersenyum dan mulai menceritakan kejadian yang dialaminya.
"wow kau harus menemuinya ami" mizuki pun melihat jamnya.
"hei sudah jam 03.50 ayo cepat kita akan bertemu di hotel akan kujelaskan pada panitianya mereka pasti akan mengerti" mizuki pun melambaikan tangannya dan pergi menuju kelompoknya.
ami pun menunggu eiji di gerbang dijamnya menunjuk sudha pukul 4 ami terus menunggu dan menunggu bahkan sudah lewat 40 menit.
"ya tuhan sudah hampir satu jam dia belum datang." ami pun terus berjalan ke sana-kemari.
"AMI !!! maaf ya aku terlambat"
ami tersenyum ia melihat tangan eiji ada yang menggenggam dia melihat tangan siapa itu dan tangan itu adalah milik eunjo teman koreanya sendiri.
ami perlahan menghapus senyumannya dan merasa kalau ini sudah berakhir dan ia menyerah sudah ,,,, inilah finalnya.
-bersambung-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar