Sabtu, 03 Oktober 2015

sakuranya sudah layu.
-perubahan drastis.-

*bicara bahasa inggris*
"maaf ya .... kau sudah lama menunggu ya......" eiji menggaruk-garuk kepalanya sendiri.
"eh ami .... kalian saling kenal kenapa tadi kau tidak lihat ami eiji ,, dan kau ami aku bahkan ingin mengenalkanmu pada eiji kau malah pergi"  eunjo semakin mengeratkan tangannya di tangan eiji.
aangan mereka.
ami terus-terusan  melihat tangan eunjo dan eiji. seakan mengerti eiji salah tingkah dan melepaskan kedua tangannya dan eunjo.
"baiklah eiji aku pergi dulu ya aku masih ada urusan. sampai nanti ami-si" ami hanya tersenyum dan melambaikan tangannya.
*bicara bahasa jepang*
"baiklah aku akan ajak kau jalan-jalan. disini banyak masakan yang enak loo. mau coba?" eiji pun menatap wajah ami yang hanya berkerut saja.
"naze desuka (ada apa?)" eiji melihat wajah ami.
"nani mo (tidak ada apa-apa)" ami sedikit tersenyum, untuk menutupi kekesalannya.

mereka pun tiba di restoran belut bakar, mereka pun duduk disana ami sudah malas bicara dan eiji hanya tersenyum melihat ami.
*bahasa jepang*
"kenapa ami ? aku tau kau sedang kesal, katakan saja ?" eiji pun memonyongkan mulutnya.
"apa kau punya kekasih" eiji pun menaikkan sebelah alisnya
"tentu saja !" eiji pun melihat ami yang sudah cemberut sedari tadi.
"wahhh makanan kita sudah datang tolong sojunya dua botol" eiji pun menaikkan dua jarinya.
"kau sudah ahli berbahasa korea." ami pun memakan belutnya dengan chopstick 
"pertama kali datang ke sini masih tidak bisa , tapi ada yang mengajarkanku." eiji pun tersenyum.
"eunjo ?,,,,," eiji hanya menganggung sambil tersenyum tipis.
"aku bertemu dia di bandara, dia orangnya sangat periang, bahkan kami baru kenal dia sudah mengajakku jalan-jalan.oh iya selamat ya ! kamu memenangkan lomba itu." eiji pun mengambil sesuatu dari tasnya.
"ini hadiah karena kau telah menang memang tak seberapa tapi.... buka sajalah." ami pun membuka kotak kecil yang diberikan eiji gelang yang memiliki banyak ornamen ada bunga sakura ada kue manju sepatu roda. dan botol minuman dan belut.
"lihat bunga sakura ini.... kita berpiknik dibawahnya. kalau sepatu roda... kau yang mengajariku kan ?ang  kue manju yang kau buat juga enak. saat olahraga lari kau tak pernah lepas dari air mineral. dan sekarang kita makan belut. kau suka ?" eiji menjelaskan cerita ornamen itu.
" ini pasti mahal.... lagipun mana ada yang bertepatan seperti itu" ami pun mengusap gelang itu.
"aku dan eunjo yang memesannya. memang agak mahal. tapi untukmu apa yang tidak." eiji pun meminum soju dan ami langsung menarik gelasnya dari tangan eiji.
"kau tidak boleh minum, sejak kapan kau minum ?" eiji mengambil kembali gelas yang ditangan ami.
"tenang saja aku tidak akan mabuk..." ami terus-terusan melihat eiji minum tanpa bisa melarangnya lagi.
entah berapa gelas yang diminum eiji tiba-tiba saja eiji terdiam, dai tidak cerewet lagi seperti yang tadi.
"eiji..... ayo kita pulang saja...." ami mengguncangkan badan eiji.
"eiji jangan bercanda kau tidak mabuk kan ?  aku tidak bisa mengangkatmu." ami terus mengguncangkan tubuh eiji.
tiba-tiba saja eiji tertawa keras dan memegang kedua pipi ami.
"kau tidak tau kan.... aku sangat senang hari ini..........." pipi ami mendadak memerah.
"kau tidak tau aku sangat merindukanmu... aku merindukan saat kau tertawa. membuat lelucon.........tapi, kenapa kau jarang menghubungiku tatap muka." eiji terlihat sangat mabuk.
"kau bicara apa eiji. aku selalu......" perkataan ami terpotong saat jari telunjuk eiji menutup mulutnya.
"shhhhhh shhhh, aku dulu yang bicara." ini bukan eiji,,,, dia benar-benar mabuk.
"aku membencimu karena kau jarang menghubungiku. dan aku tau KAU ADA DISANA SAAT AKU BERMAIN TENNIS aku ada disana ami...... tapi kau pergi.... AKU MEMBENCIMU."  mata eiji terlihat sayu.
"kau bukan eiji...." ami pun mendorong eiji dan kepala eiji terbentur ke dinding.
"AUUUUCHHH"  eiji melihat ami yang sudah menangis.
"ami......." eiji mencoba menggenggam tangan ami.
"tidak eiji.... kau sudah berubah..... kau sangat membenciku." ami pun mundur dan mengambil tasnya.
"tunggu AMI... TUNGGU !" Ami sudah pergi. melewati pintu ruangan mereka. dan hanya tinggal eiji.

*bersambung*













Tidak ada komentar:

Posting Komentar