Rabu, 09 September 2015

-sakuranya sudah layu-
*teman baru*

                       "ada yang ingin aku beritahu lagi......" eiji pun memegang tangan ami.
                       "kau sahabatku ami.... tapi merasa ada yang aneh,,,,, aku tidak bisa melupakan senyumanmu walau semenit saja, itulah sebab aku selalu mengetuk jendelamu kalau aku merindukanmu...." ami mendongak, ami tidak menyangka kalau perasaannya sama dengan perasaan eiji itu sama tapi ami terlalu malu untuk mengatakannya.
               "ami aku meyukaimu........aku ingin jadi suamimu suatu hari nanti,,, setelah aku pulang dari korea aku akan langsung menikahimu, kau mau kan ? " ami membelalakan matanya setengah tidak percaya, eiji tersenyum dan mencium ami tepat di bawah bunga sakura yang belum mekar.
               sudah lewat beberapa hari dari kejadian piknik itu, eiji pun sudah pergi ke korea, mereka setiap malam selalu berbicara tentang hari mereka. ami juga sudah ada di tokyo. dia berhasil memasuki salah satu universitas disana.
              ami berjalan-jalan di taman sakura yang ada di tokyo, sakuranya sudah mekar dan bertaburan, ia melihat para kekasih tertawa dan makan dibawah pohon sakura. tentu saja ia merasa iri, biasanya saat ini ia juga akan bersama eiji, makan bola nasi yang besar. bahkan di mulut juga tidak muat, ami hanya tertawa sendiri jika mengingat kenangan itu.
             "anyeong haseyo !" ami melihat ke kanannya dan melihat seorang gadis berambut bob duduk disampingnya dan tersenyum.
             "na , dangsin-eun i jusoleul algo sillye ?(permisi kau tahu alamat ini) ?" ami hanya menaikkan seelah alisnya dan mengangkat kedua bahunya, tentu saja ia tidak mengerti.

"oh sorry, you know this adress ?" dia pun kembali berbahasa inggris dan barulah ami mengerti,.
"i'm still new in here sorry i dont know, but i can help you to ask the security here." ami pun berdiri dan menyandang tasnya.
"thank you so much." mereka pun pergi ke kantor security, dan bertemu dengan salah satu petugas disana.
"Anata wa kono adoresu de watashitachi o tasukeru koto ga dekiru baai wa, osoreirimasuga? Miru tame ni watashitachi no konran.(permisi, apakah anda bisa membantu kami dengan alamat ini ? kami kebingungan mencarinya.)"
"Ā, kono adoresu wa koko kara wazuka 3 burokkudesu. Sonogo, sasetsu. Kore ga saidai no apāto no jūshodesu.(oh, alamat ini hanya tiga block dari sini. kemudian, belok kiri. ini adalah alamat apartemen terbesar disana. )" kata petugas itu.
"Sono shōsai ni tsuite wa, dōmo arigatōgozaimashita. (terimakasih banyak, atas informasinya.)" ami pun mengajak wanita itu pergi ke alamat yang dituju.

*bicara dalam bahasa inggris.*
"jadi, siapa namamu ?" ami melihat wanita itu yang tengah mengikuti ami dari belakang.
"namaku song eunjo, kau bisa panggil aku eunjo." balas eunjo.
"pasti kau dari korea kan ? aku bisa lihat dari bahasamu tadi." mereka terus berjalan menyusuri blok demi blok memang agak jauh tapi eunjo menolak menaiki taksi dia ingin menikmati jepang lebih dalam lagi.
"benar ! aku datang ke sini karena saran dari temanku, dia juga seorang jepang.!" eunjo pun mengambil sesuatu dari tasnya dan ternyata itu ponselnya.
"annyeonghaseyo , oppa . naega dochaghaessseubnida . jeongmal aleumdaun ilbon . yeogi sonsildoebnida. (hallo, oppa. aku sudah sampai. jepang indah sekali, sungguh. aku sampai tersesat disini.)" eunjo terlihat mengobrol dengan seseorang di seberang sana.
            "ani, o . naneun chingu leul mannassda.(oh , tidak. aku bertemu teman)" ami tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.
            "ye. naneun god naega apateulo eod-eul geos-ida , jasin-eul yujihabnida.(iya. aku akan jaga diri, sebentar lagi aku akan sampai di apartemennya.)" eunjo melirik ami dan kembali fokus ke ponselnya.
            "ne, annyeong , 'ye' ( iya, sudah ya, bye ) " eunjo pun menutup teleponnya 
            "dari siapa ?" ami melihat teman barunya itu.
           "dari temanku yang jepang tadi , dia khawatir aku sudah sampai atau belum." ami hanya mengangguk.
           "kau punya kekasih ?" ami agak terkejut dengan pertanyaan eunjo. ;oh iya apa sebenarnya hubungannya dengan eiji pasalnya dia belum menjawab pertanyaan eiji, sampai sekarang. oh tidak ! apakah itu artinya eiji tidak akan pulang. ami bertengkar dengan pikirannya sendiri.
           "hei kau kenapa ?" ami pun melihat eunjo yang tengah melambai-lambaikan tangannya.
           "oh tidak-apa-apa, hey kita sudah sampai ini apartemennya, " eunjo melihat sekeliling bangunan itu.
           "baiklah, terima kasih ya ! oh iya ! siapa namamu tadi ?" 
           "Ami." ami pun melambaikan tangannya dan mereka pun berpisah, ami menelpon eiji untuk menceritakan kalau dia punya teman baru tapi ponsel eiji tidak aktif. ami hanya menarik nafas panjang, mungkin eiji sibuk. ami pun memanggil taxi dan pergi ke kampusnya.

-bersambung-




















Tidak ada komentar:

Posting Komentar